Membuat Rekening Online

Daftar di PayPal, lalu mulai terima pembayaran menggunakan kartu kredit secara instan.

Nonton Ribuan TV Digital Tanpa Satellite, Kabel, Receiver

Sport
Di Indonesia, penggemar liga Inggris sangat banyak, tapi kenyataan yang dihadapi adalah setiap penyiaran liga inggris di MNC, untuk yang menggunakan digital satlit tidak bisa menikmati panasnya persaingan di Liga tersebut karena begitu kickoff  layar tv langsung blank. Sebuah tawaran yang sangat menarik, dimana dengan sekali membayar anda anda dapat menikmati siraran tv 300 chanel unggulan termasuk sport, new, dll. bayarnyapun sangat murah. jangan lewatkan tawaran yang sangat menarik ini.
Anda bisa menonton ratusan channel dari seluruh dunia secara LIVE ( langsung ). Ini adalah beberapa channel yang dapat anda nikmati dengan Satellite TV ini :
- Sport
- NewsMusic
- Perkiraan Cuaca
- Channel Anak-anak
- Film
- Education
- Shopping
- Stasiun Radio
- Dan masih banyak lagi
[ Read More.. ]

JENIS DAN MANFAAT UNSUR HARA PADA TANAMAN


Unsur hara merupakan materi yang menjadi sumber energi tanaman untuk tumbuh dan berkembang sehingga bisa menghasilkan produk yang diinginkan oleh petani. Berdasarkan tingkat kebutuhan tanaman, unsur hara digolongan seperti berikut :
1.  Nitrogen (N). 16,64
Nitrogen merupakan salah Satu unsur hara yang sangat penting dan diperlukan dalam jumlah besar . tanaman menyarap unsur ini dalam bentuk ion nitrat (NO3-) dan ion ammonium (NH4+).
Unsur ini secara langsung berperan dalam pembentukan protein, memacu pertumbuhan  tanaman secara umum terutama pada fase vegetatif, berperan dalam pembentukan klorifil, asam amino, lemak enzim dan persenyawaan lain.
Gejala kekurangan unsur N pertumbuhan tanaman lambat dan kerdil, mula-mula daun menguning  dan mengering  lalu   daun akan rontok dimana daun yang menguning diawali dari daun bagian bawah, lalu disusul daun bagian atas.
didalam tubuh tanaman nitrogen bersifat dinamis sehingga jika terjadi kekurangan nitrogen pada bagian pucuk nitrogen yang tersimpan pada daun tua akan dipindahkan ke organ yang lebih muda, dengan demikian pada daun-daun yang lebih tua  gejala kekurangan nitrogen akan terlihat lebih awal.
2. Fosfor (P2O5) 2,43%.
Fosfor merupakan unsur makro yang menyusun komponen setiap sel hidup, fosfor dalam tumbuhan sangat membantu pembentukan protein dan mineral yang sangat penting bagi tanaman, merangsang pembentukan bunga, buah, dan biji. Bahkan mampu mempercepat  pemasakan buah dan membuat biji lebih berbobot. Bertugas mengedarkan energi keseluruh bagian tanaman , merangsang pertumbuhan dan perkembangan akar.
Gejala kekurangan fosfor pada tanaman mengakibatkan pertumbuhan terhambat atau kerdil dan daun menjadi hijau tua, tanaman tidak menghasilkan bunga dan buah, jika sudah terlanjur berbuah ukuranya kecil, jelek dan cepat matang.
3.Kalium (K2O) 17,51 %
Kalium merupakan unsur makro seperti nitrogen dan fosfor, kalium berperan penting dalam fotosintesis, karena secara langsung meningkatkan pertumbuhan dan luas daun. Disamping itu kalium dapat meningkatkan pengambilan karbondioksida, memindahkan gula pada pembentukan pati dan protein, membantu proses membuka dan menutup stomata, kapasitas menyimpan air, memperluas pertumbuhan akar, meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit, memperkuat tubuh tanaman supaya daun bunga dan buah tidak gampang rontok
Memperbaiki ukuran dan kualitas buah pada masa generatif/menambah rasa manis pada buah, mensuplai karbohidrat yang banyak terutama pada tanaman umbi-umbian.
Gejala kekurangan unsur hara ini pertumbuhan terhambat,  batang kurang kuat  dan mudah patah, biji buah menjadi kisut, daun mengerut/kriting timbul bercak-bercak merah coklat lalu kering dan mati.
1. Sulfur.(SO4) 2,64%
Tanaman menyerap sulfur dalam bentuk ion sulfat   (SO4)-2 karena bermuatan negatif, ion sulfat mudah hilang dari daerah perakaran karena tercuci oleh aliran air, khususnya pada tanah yang berpasir. Maka pemberian yang efektif sulfur diberikan lewat pupuk daun.
Sulfur sangat berperan dalam pembentukan klorofil dan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan jamur. Sulfur juga membentuk senyawa minyak yang menghasilkan aroma seperti pada jenis bawang dan cabe. Pada tanaman kacang sulfur merangsang pembentukan bintil akar didalam tanah, sulfur berperan untuk menurunkan PH tanah alkali.
Gejala kekurangan sulfur pada tanaman mirip dengan gejala kekurangan nitrogen. Misalnya daun muda berwarna hijau muda hingga kuning merata, tanaman kurus dan kerdil atau perkembangannya sangat lambat.
2. Magnesium ( Mg)  0,07%
Magnesium diserap tanaman dalam bentuk ion Mg2+ dan merupakan satu-satunya mineral penyusun klorofil. Sebagai regulator/pengatur dalam penyerapan unsur lain seperti P dan K, Merangsang pembentukan senyawa  lemak dan minyak, membantu translokasi pati dan distribusi fosfor didalam tanaman, serta aktifator berbagai jenis enzim tanaman.
Gejala kekurangan magnesium dapat menghambat sintesis protein dan mengakibatkan daun menjadi pucat (klorosis)
C. Unsur hara mikro
1.  seng (zn) 28,80ppm
Kebutuhan seng sangat kecil, jika terjadi kelebihan sedikit saja tanaman akan keracunan . Unsur seng didalam tanaman tidak dapat dipindahkan dari jaringan tua ke jaringan yang muda sehingga gejala defisiensi akan terlihat lebih awal pada daun muda. .
Kegunaan seng sangat penting antara lain sebagai katalisator dalam pembentukan protein,mengatur pembentukan asam yang berfungsi sebagai zat pengatur tumbuh tanaman. Ketersediaan seng dalam tanah 1-20Ppm, sedangkan kebutuhan normal tanaman 25-125ppm.
Gejala Kekurangan seng dapat menyebabkan klorosis, ruas pada bagian pucuk lebih pendek, pembentukan bakal buah terhambat atau tanaman tdak dapat sama sekali berbuah, pembentukan warna kuning diantara tulang daun.kemudian diikuti kematian pada jaringan daun, ukuran menjadi lebih kecil, sempit dan menebal.
2. besi (Fe) 43,03ppm
Unsur besi dibutuhkan dalam jumlah sedikit dan sangat dibutuhkan tanaman dalam pembentukan klorofil, berperan pada proses-proses fisiologis tanaman seperti proses pernapasan, selain itu besi berfungsi sebagai aktifator dalam proses biokimia didalam tanaman, dan pembentuk beberapa enzim.
Gejala kekurangan besi pada tanaman dapat menimbulkan korosi , lembaran daun menjadi kuning/pucat. Dalam jumlah tertentu besi menjadi racun bagi tanaman. Besi tersedia dalam tanah berkisar 2-150ppm. Dan kebutuhan normal tanaman berkisar 40-250ppm
3.Tembaga (Cu) 0,63ppm
Tembaga diserap tanaman dalam bentuk ion Cu2+ atau Cu 3+, unsur ini beperan sebagai aktfiator enzim dalam proses penyimpanan cadangan makanan, katalisator dalam proses pernapasan dan perombakan karbohidrat, dan sebagai salah satu elemen dalam proses pembentukan vitamin A dan secara tidak langsung berperan dalam pembentukan klorofil.
Tanaman yang memasuki fase generatif sangat memerlukan besi. Pengaplikasian tembaga sangat aman diberikan lewat penyemprotan pupuk daun karena pada tanah organic seperti gambut, tembaga terikat sangat kuat sehingga tidak dapat dikomsumsi oleh makanan.
Gejala yang ditimbulkan akibat kekurangan Cu yaitu daun muda akan menguning, pertumbuhannya akan tertekan kemudian berubah memutih, sementara itu daun-daun tua akan gugur. Kekurangan Cu pada padi ditunjukan lewat daun muda yang memutih dengan ujungnya yang mongering. Ketersediaan Cu pada tanah yang normal 0,1-4 ppm dan kebutuhan normal tanaman berkisar antara 5-20 ppm.
Molybdenum berfungsi seperti Cu, berperan sebagai pengikat nitrogen  yang bebas diudara untuk pembentukan protein dan menjadi komponen pembentuk enzim pada bakteri bintil akar tanaman.
Gejala kekurangan unsur Mo yakni daun berubah warna keriput dan melengkung seperti mangkok, muncul bintil-bintil kuning disetiap lembaran daun dan akhirnya mati sehingga  pertumbuhan tanaman terhenti. Ketersediaan Mo dalam tanah antara 0,05-0,5 ppm sedang kebutuhan normal pada tanaman 0,2-1 ppm. Bayam dan bawang adalah jenis tanaman yang sangat peka kekurangan Mo.
5. Clorida 1,49 %
Unsur ini diserap tanaman dalam bentuk ion Cl- , berperan dalam proses fotosintesis, keberadaannya tidak dihasilkan dari metabolisme tanaman,dan fungsi lain berkaitan dengan pengaturan tekanan osmosis didalam sel tanaman.
Gejala kekurangan  Cl biasanya menimbulkan pertumbuhan akar yang tertekan, daun layu dan berwarna kuning.
[ Read More.. ]

Penyakit Blas Padi Sawah

Status
Penyakit blas (Pyricularia grisea) merupakan penyakit penting terutama pada padi gogo tersebar di seluruh daerah pengahsil padi gogo di Indonesia. Daerah endemik penyakit blas di Indonesia adalah Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Sumatera Barat, Sulawesi Tangah, Sulawesi Tenggara, dan Jawa Barat bagian selatan (Sukabumi dan Garut). Akhir-akhir ini penyakit blas khususnya blas leher menjadi tantangan yang lebih serius karena banyak ditemukan pada beberapa varietas padi sawah di Jalur Pantura Jawa Barat. Penyebab penyakit dapat menginfeksi tanaman pada  semua stadium tumbuh dan menyebabkan tanaman puso. Pada tanaman stadium vegetatif biasanya menginfeksi bagian daun, disebut blas daun (leaf blast). Pada stadium generatif selain menginfeksi daun juga menginfeksi leher malai disebut blas leher (neck blast).

Biologi dan Ekologi

Gejala penyakit blas dapat timbul pada daun, batang, malai, dan gabah, tetapi yang umum adalah pada daun dan pada leher malai. Gejala pada daun berupa bercak-bercak berbentuk seperti belah ketupat dengan ujung runcing. Pusat bercak berwarna kelabu atau keputih-putihan dan biasanya memmpunyai tepi coklat atau coklat kemerahan. Gejala penyakit blas yang khas adalah busuknya ujung tangkai malai yang disebut busuk leher (neck rot). Tangkai malai yang busuk mudah patah dan menyebabkan gabah hampa. Pada gabah yang sakit terdapat bercak-bercak kecil yang bulat.
Penularan penyakit terutama terjadi melalui konidia yang terbawa angin. Konidia dibentuk dan dilepas waktu malam, meskipun serimg terjadi siang hari sehabis turun hujan. Konidium ini hanya dilepaskan jika kelembaban nisbi udara lebih tinggi dari 90%. Pelepasan terjadi secara eksplosif, karena pecahnya sel kecil di bawah konidium sebagai akibat dari pengaruh tekanan osmotik. Penetrasi kebanyakan terjadi secara langsung dengan menembus kutikula. Permukaan atas daun dan daun-daun yang lebih muda lebih mudah dipenetrasi. Patogen P. oryzae dapat mempertahankan diri pada sisa-sisa tanaman dan gabah dalam bentuk miselium dan konidium.
Tingkat keparahan penyakit blas sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Kelebihan nitrogen dan kekurangan air menambah kerentanan tanaman. Diduga bahwa kedua faktor tersebut menyebabkan kadar silikon tanaman rendah. Kandungan silikon dalam jaringan tanaman menentukan ketebalan dan kekerasan dinding sel sehingga mempengaruhi terjadinya penetrasi patogen kedalam jaringan tanaman. Tanaman padi yang berkadar silikon rendah akan lebih rentan terhadap infeksi patogen. Pupuk nitrogen berkorelasi positif terhadap keparahan penyakit blas. Artinya makin tinggi pupuk nitrogen keparahan penyakit makin tinggi.
Perkecambahan konidium Pyricularia grisea memerlukan air. Jangka waktu pengembunan atau air hujan merupakan kondisi yang sangat menentukan bagi konidium yang menempel pada permukaan daun untuk berkecambah dan selanjutnya menginfeksi jaringan tanaman. Bila kondisi sangat baik yaitu periode basah lebih dari 5 jam, sekitar 50% konidium dapat menginfeksi jaringan tanaman dalam waktu 6-10 jam. Suhu optimum untuk perkecambahan konidium dan pembentukan apresorium adalah 25-28 C.
Pengendalian
Usaha pengendalian penyakit blas yang sampai saat ini dianggap paling efektif adalah dengan varietas tahan. Varietas Limboto,  Way Rarem, dan Jatiluhur di beberapa tempat di Purwakarta, Subang, dan Indramayu tergolong tahan terhadap penyakit blas leher.    Patogen P. grisea sangat mudah membentuk ras baru yang lebih virulen dan ketahanan varietas sangat ditentukan oleh dominasi  ras patogen. Hal ini menyebabkan penggunaan varietas tahan sangat dibatasi oleh waktu dan tempat. Artinya varietas yang semula tahan akan menjadi rentan setelah ditanam beberapa musim dan varietas yang tahan di satu tempat mungkin rentan di tampat lain. Ketahanan varietas yang hanya ditentukan oleh satu gen (monogenic resistant) mudah terpatahkan. Untuk itu pembentukan varietas tahan yang memiliki lebih dari satu gen tahan (polygenic resistant) sangat diperlukan. Penggunaan varietas harus disesuaikan dengan kondisi struktur populasi ras yang ada. Pergiliran varietas dengan varietas unggul lokal yang umumnya tahan terhadap penyakit blas sangat dianjurkan. Penyakit blas merupakan penyakit yang terbawa benih (seed borne pathogen), maka untuk mencegah penyakit blas dianjurkan tidak menggunakan benih yang berasal dari daerah endemis penyakit blas.
Mengingat ketahanan varietas terhadap penyakit blas tidak bisa berlangsung lama maka penggunaan varietas tahan perlu didukung dengan komponen pengendalian lain. Fungisida merupakan teknologi yang sangat praktis dalam mengatasi penyakit blas, namun sering kali menimbulkan efek samping yang kurang baik diantaranya menimbulkan resistensi patogen dan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu agar fungisida dapat digunakan seefektif mungkin dengan efek samping yang sekecil mungkin, maka fungisida harus digunakan secara rasional yaitu harus diperhitungkan tentang jenis, dosis, dan waktu aplikasi yang tepat.

[ Read More.. ]

VARIETAS PADI MASA DEPAN

Satu lagi varietas padi masa depan yang telah diluncurkan oleh Balai Besar Padi Sukamandi. Varietas ini memberikan harapan yang sangat besar bagi petani yang selama ini daerahnya menjadi endemik hama wereng coklat dan penyakit hawar daun. Bagaimana tidak, varietas ini mempunya keunggulan tahan terhadap serangan hama wereng dan penyakit hawar daun. Kita bisa berkaca dari pengalaman musim tanam tahun 2009/2010 dimana sebagaian besar tanaman petani terutama di Lombok terserang Penyakit Blass yang diikuti oleh serangan penyakit kresek. Dibeberapa tempat petani tidak bisa memanen tanamannya karna serangan yang sangat parah. Berikut beberapa sifat dari varietas tersebut :
Varietas Padi - Padi  Inpari
Asal persilangan : IR64/IRBB-7//IR64
Kelompok
:
Nomor Seleksi
: BP23f-PN-11
Golongan
: Cere Indica
Umur tanaman
: 108 hari
Bentuk tanaman
: Tegak
Tinggi tanaman
: 93 cm
Anakan produktif
: 16 anakan
Warna kaki
: Hijau
Warna batang
: Hijau
Warna telinga daun
: Tidak berwarna
Warna lidah daun
: Tidak berwarna
Warna daun
: Hijau
Permukaan daun
: Kasar
Posisi daun
: Tegak
Daun bendera
: Tegak
Bentuk gabah
: Ramping
Warna gabah
: Kuning bersih
Kerontokan
: Sedang
Kerebahan
: Tahan rebah
Tekstur nasi
: Pulen
Kadar amilosa
: 22 %
Bobot 1000 butir
: 27 gram
Rata-rata produksi
: 7,3 t/ha GKG
Potensi hasil
: 10 t/ha GKG
Ketahanan terhadap Hama
: Tahan terhadap Wereng Batang Coklat Biotipe 2, agak tahan terhadap Wereng Coklat Biotipe 3.
Ketahanan terhadap penyakit
: Tahan Hawar Daun Bakteri strain III, IV dan VIII.
Anjuran
: Baik ditanam pada lahan sawah dataran rendah sampai dengan ketinggian ± 500 m dpl.
Pemulia
: Bambang Kustianto, Supartopo,Soewito Tj.,Buang Abdullah,Sularjo,Aris Hairmansis,Heni Safitri dan Suwarno
Peneliti
: Atito D., Anggiani N., Santoso, Arifin K., Endang S
Teknisi
: Sail Hanafi, Sudarno, Suryono, Panca Hadi Siwi.
Di lepas tahun
: 2008
Kita semua berharap informasi ini bisa di acsses oleh semua Penyuluh Pertanian dan disebar luaskan ke petani sehinggap program ketahanan pangan dan peningkatan produksi beras bisa tercapai.


[ Read More.. ]

TRIK JITU APPLIKASI PESTIDA YANG EFEKTIF

Pestisida merupakan kebutuhan pokok bagi petani Indonesia dalam melaksanakan usaha taninya. Hampir setiap tahapan usaha tani selalu membutuhkan pestisida sebagi bahan pendukung usaha tani. Mulai dari persemaian bibit, pemeliharaan awal, bahkan menjelang panenpun kadang petani terpaksa harus menggunakan pestisida untuk mempertahankan produksi usaha taninya.
Tetapi kalau kita telusuri bagaimana tingkat pengetahuan petani terhadap pestisida itu sendiri, masih jauh dari harapan. Hal ini sering menyebabkan terjadinya salah aplikasi sehinggap efektivitas penggunaan pestisida itu sendiri tidak sesuai dengan keinginan. Hal ini terutama terjadi di kalangan petani di luar jawa.
Salah satu trik jitu dalam aplikasi pestisida dikenal dengan strategi 5 tepat yang meliputi :
1. Tepat sasaran
2. Tepat pestisida,
3. Tepat Dosis,
4. Tepat Waktu dan
5. Tepat Cara
Tepat sasaran maksudnya adalah sebelum melakukan aplikasi pestisda, petani harus tau dulu sasaran yang ingin di kendalikan. Apakah gulma, hama, atau penyakit tanaman
Tepat pestisida maksudnya adalah antara sasaran pengendalian dan pestisida yang digunakan harus sesuai. Apakah herbisida, insektisida ataukah fungisida atau bakterisida
Tepat dosis maksudnya adalah volume pestisida yang dipakai dalam aplikasinya sesuai yang dianjurkan dalam kemasan. Ini akan menyangkut banyak hal seperti lingkungan, biaya dan lain-lain
Tepat waktu maksudnya adalah efektivitas aplikasi pestisida tergantung juga dari waktu aplikasi, apakah pagi, sore, bahkan malam hari. Karna ada juga jenis insektisida yang efektiv kalau diaplikasikan malam hari
Tepat cara maksudnya adalah cara aplikasi pestisida itu bermacam-macam, seperti disemprot, ditabur atau dipercikan dan sebgainya
[ Read More.. ]