Membuat Rekening Online

Daftar di PayPal, lalu mulai terima pembayaran menggunakan kartu kredit secara instan.
Tampilkan postingan dengan label pupuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pupuk. Tampilkan semua postingan

JENIS DAN MANFAAT UNSUR HARA PADA TANAMAN


Unsur hara merupakan materi yang menjadi sumber energi tanaman untuk tumbuh dan berkembang sehingga bisa menghasilkan produk yang diinginkan oleh petani. Berdasarkan tingkat kebutuhan tanaman, unsur hara digolongan seperti berikut :
1.  Nitrogen (N). 16,64
Nitrogen merupakan salah Satu unsur hara yang sangat penting dan diperlukan dalam jumlah besar . tanaman menyarap unsur ini dalam bentuk ion nitrat (NO3-) dan ion ammonium (NH4+).
Unsur ini secara langsung berperan dalam pembentukan protein, memacu pertumbuhan  tanaman secara umum terutama pada fase vegetatif, berperan dalam pembentukan klorifil, asam amino, lemak enzim dan persenyawaan lain.
Gejala kekurangan unsur N pertumbuhan tanaman lambat dan kerdil, mula-mula daun menguning  dan mengering  lalu   daun akan rontok dimana daun yang menguning diawali dari daun bagian bawah, lalu disusul daun bagian atas.
didalam tubuh tanaman nitrogen bersifat dinamis sehingga jika terjadi kekurangan nitrogen pada bagian pucuk nitrogen yang tersimpan pada daun tua akan dipindahkan ke organ yang lebih muda, dengan demikian pada daun-daun yang lebih tua  gejala kekurangan nitrogen akan terlihat lebih awal.
2. Fosfor (P2O5) 2,43%.
Fosfor merupakan unsur makro yang menyusun komponen setiap sel hidup, fosfor dalam tumbuhan sangat membantu pembentukan protein dan mineral yang sangat penting bagi tanaman, merangsang pembentukan bunga, buah, dan biji. Bahkan mampu mempercepat  pemasakan buah dan membuat biji lebih berbobot. Bertugas mengedarkan energi keseluruh bagian tanaman , merangsang pertumbuhan dan perkembangan akar.
Gejala kekurangan fosfor pada tanaman mengakibatkan pertumbuhan terhambat atau kerdil dan daun menjadi hijau tua, tanaman tidak menghasilkan bunga dan buah, jika sudah terlanjur berbuah ukuranya kecil, jelek dan cepat matang.
3.Kalium (K2O) 17,51 %
Kalium merupakan unsur makro seperti nitrogen dan fosfor, kalium berperan penting dalam fotosintesis, karena secara langsung meningkatkan pertumbuhan dan luas daun. Disamping itu kalium dapat meningkatkan pengambilan karbondioksida, memindahkan gula pada pembentukan pati dan protein, membantu proses membuka dan menutup stomata, kapasitas menyimpan air, memperluas pertumbuhan akar, meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit, memperkuat tubuh tanaman supaya daun bunga dan buah tidak gampang rontok
Memperbaiki ukuran dan kualitas buah pada masa generatif/menambah rasa manis pada buah, mensuplai karbohidrat yang banyak terutama pada tanaman umbi-umbian.
Gejala kekurangan unsur hara ini pertumbuhan terhambat,  batang kurang kuat  dan mudah patah, biji buah menjadi kisut, daun mengerut/kriting timbul bercak-bercak merah coklat lalu kering dan mati.
1. Sulfur.(SO4) 2,64%
Tanaman menyerap sulfur dalam bentuk ion sulfat   (SO4)-2 karena bermuatan negatif, ion sulfat mudah hilang dari daerah perakaran karena tercuci oleh aliran air, khususnya pada tanah yang berpasir. Maka pemberian yang efektif sulfur diberikan lewat pupuk daun.
Sulfur sangat berperan dalam pembentukan klorofil dan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan jamur. Sulfur juga membentuk senyawa minyak yang menghasilkan aroma seperti pada jenis bawang dan cabe. Pada tanaman kacang sulfur merangsang pembentukan bintil akar didalam tanah, sulfur berperan untuk menurunkan PH tanah alkali.
Gejala kekurangan sulfur pada tanaman mirip dengan gejala kekurangan nitrogen. Misalnya daun muda berwarna hijau muda hingga kuning merata, tanaman kurus dan kerdil atau perkembangannya sangat lambat.
2. Magnesium ( Mg)  0,07%
Magnesium diserap tanaman dalam bentuk ion Mg2+ dan merupakan satu-satunya mineral penyusun klorofil. Sebagai regulator/pengatur dalam penyerapan unsur lain seperti P dan K, Merangsang pembentukan senyawa  lemak dan minyak, membantu translokasi pati dan distribusi fosfor didalam tanaman, serta aktifator berbagai jenis enzim tanaman.
Gejala kekurangan magnesium dapat menghambat sintesis protein dan mengakibatkan daun menjadi pucat (klorosis)
C. Unsur hara mikro
1.  seng (zn) 28,80ppm
Kebutuhan seng sangat kecil, jika terjadi kelebihan sedikit saja tanaman akan keracunan . Unsur seng didalam tanaman tidak dapat dipindahkan dari jaringan tua ke jaringan yang muda sehingga gejala defisiensi akan terlihat lebih awal pada daun muda. .
Kegunaan seng sangat penting antara lain sebagai katalisator dalam pembentukan protein,mengatur pembentukan asam yang berfungsi sebagai zat pengatur tumbuh tanaman. Ketersediaan seng dalam tanah 1-20Ppm, sedangkan kebutuhan normal tanaman 25-125ppm.
Gejala Kekurangan seng dapat menyebabkan klorosis, ruas pada bagian pucuk lebih pendek, pembentukan bakal buah terhambat atau tanaman tdak dapat sama sekali berbuah, pembentukan warna kuning diantara tulang daun.kemudian diikuti kematian pada jaringan daun, ukuran menjadi lebih kecil, sempit dan menebal.
2. besi (Fe) 43,03ppm
Unsur besi dibutuhkan dalam jumlah sedikit dan sangat dibutuhkan tanaman dalam pembentukan klorofil, berperan pada proses-proses fisiologis tanaman seperti proses pernapasan, selain itu besi berfungsi sebagai aktifator dalam proses biokimia didalam tanaman, dan pembentuk beberapa enzim.
Gejala kekurangan besi pada tanaman dapat menimbulkan korosi , lembaran daun menjadi kuning/pucat. Dalam jumlah tertentu besi menjadi racun bagi tanaman. Besi tersedia dalam tanah berkisar 2-150ppm. Dan kebutuhan normal tanaman berkisar 40-250ppm
3.Tembaga (Cu) 0,63ppm
Tembaga diserap tanaman dalam bentuk ion Cu2+ atau Cu 3+, unsur ini beperan sebagai aktfiator enzim dalam proses penyimpanan cadangan makanan, katalisator dalam proses pernapasan dan perombakan karbohidrat, dan sebagai salah satu elemen dalam proses pembentukan vitamin A dan secara tidak langsung berperan dalam pembentukan klorofil.
Tanaman yang memasuki fase generatif sangat memerlukan besi. Pengaplikasian tembaga sangat aman diberikan lewat penyemprotan pupuk daun karena pada tanah organic seperti gambut, tembaga terikat sangat kuat sehingga tidak dapat dikomsumsi oleh makanan.
Gejala yang ditimbulkan akibat kekurangan Cu yaitu daun muda akan menguning, pertumbuhannya akan tertekan kemudian berubah memutih, sementara itu daun-daun tua akan gugur. Kekurangan Cu pada padi ditunjukan lewat daun muda yang memutih dengan ujungnya yang mongering. Ketersediaan Cu pada tanah yang normal 0,1-4 ppm dan kebutuhan normal tanaman berkisar antara 5-20 ppm.
Molybdenum berfungsi seperti Cu, berperan sebagai pengikat nitrogen  yang bebas diudara untuk pembentukan protein dan menjadi komponen pembentuk enzim pada bakteri bintil akar tanaman.
Gejala kekurangan unsur Mo yakni daun berubah warna keriput dan melengkung seperti mangkok, muncul bintil-bintil kuning disetiap lembaran daun dan akhirnya mati sehingga  pertumbuhan tanaman terhenti. Ketersediaan Mo dalam tanah antara 0,05-0,5 ppm sedang kebutuhan normal pada tanaman 0,2-1 ppm. Bayam dan bawang adalah jenis tanaman yang sangat peka kekurangan Mo.
5. Clorida 1,49 %
Unsur ini diserap tanaman dalam bentuk ion Cl- , berperan dalam proses fotosintesis, keberadaannya tidak dihasilkan dari metabolisme tanaman,dan fungsi lain berkaitan dengan pengaturan tekanan osmosis didalam sel tanaman.
Gejala kekurangan  Cl biasanya menimbulkan pertumbuhan akar yang tertekan, daun layu dan berwarna kuning.
[ Read More.. ]

PUPUK ORGANIK

Penggunaan pupuk di dunia terus meningkat sesuai dengan pertambahan luas areal pertanian, pertambahan penduduk, kenaikan tingkat intensifikasi serta makin beragamnya penggu­naan pupuk sebagai usaha peningkatan hasil pertanian. Para ahli lingkungan hidup khawatir dengan pemakaian pupuk mineral yang berasal dari pabrik ini akan menambah tingkat polusi tanah yang akhirnya berpengaruh juga terhadap kesehatan manusia.
Berdasarkan hal tersebut makin berkembang alasan untuk mengurangi penggunaan pupuk mineral dan agar pembuatan pabrik-pabrik pupuk di dunia dikurangi atau dihentikan sama sekali agar manusia bisa terhindar dari malapetaka polusi. Upaya pembudidayaan tanaman dengan pertanian organik merupakan usaha untuk dapat mendapatkan bahan makanan tanpa penggunaan pupuk anorganik. Dengan sitem ini diharapkan tanaman dapat hidup tanpa ada masukan dari luar sehingga dalam kehidupan tanaman terdapat suatu siklus hidup yang tertutup.
Banyak sifat baik pupuk organik terhadap kesuburan tanah antara lain ialah:
a.   Bahan organik dalam proses mineralisasi akan melepas­kan hara tanaman dengan  lengkap (N, P, K, Ca, Mg, S, serta hara mikro) dalam jumlah tidak tentu dan relatif kecil.
b.   Dapat memperbaiki struktur tanah, menyebabkan tanah menjadi ringan untuk diolah dan mudah ditembus akar.
c.   Tanah lebih mudah diolah untuk tanah-tanah berat.
d.   Meningkatkan daya menahan air (water holding capaci­ty). Sehingga kamampuan tanah untuk menyediakan air menjadi lebih banyak. Kelengasan air tanah lebih terjaga.
e.   Permeabilitas tanah menjadi lebih baik. Menurunkan permeabilitas pada tanah bertekstur kasar (pasiran), sebaliknya meningkatkan permeabilitas pada tanah bertekstur sangat lembut (lempungan).
f.    Meningkatkan KPK (Kapasitas Pertukaran Kation ) se­hingga kemampuan mengikat kation menjadi lebih tinggi, aki­batnya apabila dipupuk dengan dosis tinggi hara tanaman tidak mudah tercuci. 
g.   Memperbaiki kehidupan biologi tanah (baik hewan ting­kat tinggi maupun tingkat rendah ) menjadi lebih baik karena ketersediaan makan lebih terjamin.
h.   Dapat meningkatkan daya sangga (buffering capasity) terhadap goncangan perubahan drastis sifat tanah.
i.     Mengandung mikrobia dalam jumlah cukup yang berperanan dalam proses dekomposisi bahan organik. 
Sedangkan sifat yang kurang baik dari pupuk organik adalah:
a.   Bahan organik yang mempunyai C/N masih tinggi berarti masih mentah. Kompos yang belum matang (C/N tinggi) dianggap merugikan, karena bila diberikan langsung ke dalam tanah maka bahan organik diserang oleh mikrobia (bakteri maupun fungi) untuk memperoleh enersi. Sehingga populasi mikrobia yang tinggi memerlukan juga hara tanaman untuk tumbuhan dan kembang biak. Hara yang seharusnya digunakan oleh tanaman berubah digunakan oleh mikrobia. Dengan kata lain mikrobia bersaing dengan tanaman untuk memperebutkan hara yang ada.  Hara menjadi  tidak tersedia (unavailable) karena berubah dari senyawa anorganik menjadi senyawa organik jaringan mikrobia, hal ini disebut immobilisasi hara. Terjadinya immobilisasi hara tanaman bahkan sering menimbulkan adanya gejala defisiensi.  Makin banyak bahan organik mentah diberikan ke dalam tanah makin tinggi populasi yang menyerangnya, makin banyak hara yang mengalami immobilisasi. Walaupun demikian nantinya bila mikrobia mati akan mengalami dekomposisi hara yang immobil tersebut berubah menjadi tersedia lagi. Jadi immobilasasi merupakan pengikatan hara tersedia menjadi tidak tersedia dalam jangka waktu relatif tidak terlalu lama  
b.   Bahan organik yang berasal dari sampah kota atau limbah industri sering mengandung mikrobia patogen  dan logam berat yang berpengaruh buruk bagi tanaman, hewan dan manusia.

Sisa tanaman hasil pertanian
Limbah sisa hasil pertanian cukup banyak terutama terdiri dari daun-daun, kulit biji (kopi, coklat, sabut kelapa) dari perkebu­nan, jerami padi jagung, daun dari halaman/ pekarangan dan sebagainya. Bahan organik yang baru dikumpulkan umumnya masih segar dan mempunyai kisaran nisbah C/N sedang (± 35) untuk legum dan sangat tinggi (> 60) untuk kayu dan non legum. Sebelum digunakan bahan-bahan ini harus dikomposkan lebih dulu agar nisbah C/N nya turun menjadi ± 15.
 
Pupuk kandang
Pupuk kandang merupakan pupuk yang penting di Indonesia. Selain jumlah ternak lebih tinggi sehingga volume bahan ini besar, secara kualitatif relatif lebih kaya hara dan mikrobia dibandingkan limbah perta­nian. Yang yang dimaksud pupuk kandang ialah campuran kotor­an hewan/ ternak dan urine.
Tabel Rata-rata hara dari berbagai pupuk kandang. 
 
Sapi
Ayam
Bebek
Domba
Ukuran hewan ( kg)
500
5
100
100
Pupuk segar (ton/tahun)
11,86
10,95
0,046
0,73
Kadar air ( %)
85
72
82
77
Kandungan hara  (kg/ton ton)
 
 
 
 
Nitrogen (N)
10,0
25,0
10,0
28,0
Fosfor (P)
2,0
11,0
2,8
4,2
Kalium (K)
8,0
10,0
7,6
20,0
Kalsium (K)
5,0
36,0
11,4
11,7
Magnesium (Mg)
2,0
6,0
1,6
3,7
Sulfur (S)
1,5
3, 2
2,7
1,8
Ferrum (Fe)
0,1
2,3
0,6
0,3
Boron (B)
0,01
0,01
0,09
-
Cuprum (Cu)
0,01
0,01
0,04
-
Mangan (Mn)
0,03
-
-
-
Zinc (Zn)
0,04
0,01
0,12
-
Pupuk kandang dibagi menjadi dua macam: a) pupuk padat dan b) pupuk cair. Susunan hara pupuk kandang sangat bervariasi tergantung macamnya  dan jenis hewan ternaknya. Nilai pupuk kandang dipengaruhi oleh: 1) makanan hewan yang bersangkutan, 2) fungsi hewan tersebut sebagai pembantu pekerjaan atau dibutuhkan da­gingnya saja,  3) jenis atau macam hewan, dan 4) jumlah dan jenis bahan yang digunakan sebagai alas kandang.

Pupuk hijau
Pupuk hijau merupakan pupuk yang berasal dari sisa tanaman legum. Karena kemampuan tanaman legum mengikat N udara dengan bantuan bakteri penambat N menyebabkan kadar N dalam tanaman relatif tinggi. Akibatnya pupuk hijau dapat diberikan dekat waktu penanaman tanpa harus mengalami proses pengomposan lebih dulu sebagaimana sisa-sisa tanaman pada umumnya.
Beberapa contoh pupuk hijau, antara lain:
a.   Crotalaria juncea. Dulu jenis legum ini diharuskan ditanam pada perkebunan tembakau Vorstenland pergiliran tanaman. Memasukkan tanaman legum ini jelas akan berpengaruh baik terhadap sifat-sifat tanah baik tanaman tembakau itu sendiri maupun tanaman sesudahnya. Produksi 150-250 kw/ hektar. Kandungan N 2.84% dari bahan kering. Kadar bahan kering 16.0% dari bahan basah.
b.   Crotalaria anagyroides. Produksi hijauan daun dan tangkai 284 kw/ hektar. Kadar N= 2.31% dari bahan kering, kadar bahan kering sekitar 13.24%;  umur tanaman 6-10 bulan.
c.   Crotalaria usaramensis. Produksi hijauan tergolong tinggi sekitar 350 kw/ hektar; umur tanaman 4-5 bulan.
d.   Tephrosia vogelii, thephrosia candida.
e.   Sesbania sesban, janti turen (Jawa).
f.    Sesbania esculatta, produksi 120 kwt/ hektar.
g.   Phaseolus tunatus, kratok (Jawa). Produksi 120-180 kw/ hektar . Mengandung N 3.85 % dari bahan kering; kadar bahan kering 19.3% terhadap bahan basah.
h.   Glycine soya, kedele produksi 65.27 kw/ hektar tangkai dan daun  mengandung 0.57% N dari bahan basah. Selain produk­si daun dan tangkai kedele mempunyai produksi biji kedele dengan sekitar 1.1 ton per hektar.
i.     Vigna sisnensis, kacang tunggak, kacang dadapan.
j.    Mimosa invisa, produksi 300 kw/ hektar.; umur 6-8 bulan.
k.   Centrosoma pubescens, produksi 400 kw/ hektar; umur 10 bula.
l.    Calopogonium mucunoides, umumnya digunakan untuk maka­nan ternak.
m. Pueraria thumbergiana. 
[ Read More.. ]

Manfaat kuning telur sebagai pestisida hayati

Apa kabar Penyuluh Pertanian Indonesia?
Bagaimana kegiatan penyuluhan yang sudah Anda lakukan, mudah-mudahan dapat memberikan manfaat bagi petani dan dalam jangka panjang dapat mensejahterakan para petani dampingan Anda.  Mari kita berhenti sejenak dan membaca informasi berikut, sebuah informasi singkat yang dapat diaplikasikandengan mudah oleh para petani.
Anda tentu sudah sangat mengenal kuning telur, bukan?  Ternyata kuning telur bukan hanya dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan dalam keadaan segar maupun olahanya.  Saat ini di petani Korea sudah memanfaatkan kuning telur bukan hanya sebagai bahan makanan saja, mereka saat ini mulai memanfaatkan kuning telur sebagai bahan untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT) dalam bentuk pestisida hayati.

Pestisida hayati berbasis kuning  telur ini sagat mudah dibuat oleh petani, harganya murah dan daya kendalinya terhadap OPT cukup baik.   Selain mampu mengendalikan OPT, kuning telur sebagai pestisida bermanfaat juga untuk menyehatkan tanaman karena berfungsi pula  sebagai pupuk hayati.  Sebuah aplikasi teknologi tepat guna yang mud dibuat, murah dan penerapanya tidak sulit serta sangat cocok untuk diaplikasikan pada para petani di Indonesia.
Pestisida hayati berbasis kuning telur ini merupakan hasil penelitian pakar pertanian organik dari Korea, Hyeong Jin Lee dari Divisi Pertanian Organik Lembaga Nasional Pengembangan Ilmu dan Teknologi Pertanian Pedesaan Korea.  Pestisida hayati ini diberi nama EYCO yang merupakan singkatan dari Egg Yolk (kuning telur) dan Cooking Oil (minyak masak)
Menurut penelitian tersebut, EYCO dapat dipergunakan pada semua jenis tanaman untuk mengendalikan berbagai OPT.  Pengendalian terhadap OPT ini lebih effektif dengan aksi proteksi atau perlindungan terhadap tanaman dibandingkan efek kuratif atau pengobatanya.
EYCO ini lebih effektif apabila digunakan untuk mengendalikan kapang putih dan serangga-serangga ukuran kecil seperti kutu dibanding serangga lebih besar seperti trips, moth dan patogen yang kuat seperti Colletotrichum.  Namun pestisida hayati ini cukup effektif juga terhadap berbagai mikroba termasuk mycelia dan conidia.
Daya kendali  pestisida hayati EYCO ini dapat ditingkatkan menjadi lebih baik dengan cara mencampurnya dengan pestisida hayati lainya seperti Bacillus thuringiensis, ekstrak mimba, ekstrak lada, atau pestisida hayati lainya.
Aplikasi EYCO
Pakar pertanian organik Hyeong Jin Lee, memberikan contoh untuk aplikasi pestisida hayati EYCO ini untuk mengendalikan kapang putih pada tanaman timun dan daun sla (lettuce).  Menurutnya pengendalian paling effektif dengan daya kendali sampai 95% adalah dengan menggunakan campuran 0,3 – 0,5 minyak biji bunga matahari atau kanola yang diemulsikan dengan 0,1% kuning telur.  Emulsifikasi harus dilakukan dengan sempurna sampai betul-betul teremulsi semua bahan di atas, sehingga semua bahan homogen. Baru pestisida hayati EYCO dapat diaplikasikan pada tanaman tersebut.
Bagaimana rekan-rekan penyuluh pertanian? Inovasi teknologi temuan Hyeong Jin Lee, dari Korea ini saya kira layak untuk diaplikasikan untuk mengendalikan berbagai jenis OPT yang menyerang pertanaman para petani.  Namun sebelum mengaplikasikannya perlu kajian effektifitas untuk berbagai jenis tanaman dan OPT di berbagai lokasi di tanah air, sebab ada kemungkinan effektifitasnya akan berbeda mengingat agroklimat dan tipologi lahan kita sangat berbeda dengan di Korea.
[ Read More.. ]