Membuat Rekening Online

Daftar di PayPal, lalu mulai terima pembayaran menggunakan kartu kredit secara instan.
Tampilkan postingan dengan label berita pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita pertanian. Tampilkan semua postingan

VARIETAS PADI MASA DEPAN

Satu lagi varietas padi masa depan yang telah diluncurkan oleh Balai Besar Padi Sukamandi. Varietas ini memberikan harapan yang sangat besar bagi petani yang selama ini daerahnya menjadi endemik hama wereng coklat dan penyakit hawar daun. Bagaimana tidak, varietas ini mempunya keunggulan tahan terhadap serangan hama wereng dan penyakit hawar daun. Kita bisa berkaca dari pengalaman musim tanam tahun 2009/2010 dimana sebagaian besar tanaman petani terutama di Lombok terserang Penyakit Blass yang diikuti oleh serangan penyakit kresek. Dibeberapa tempat petani tidak bisa memanen tanamannya karna serangan yang sangat parah. Berikut beberapa sifat dari varietas tersebut :
Varietas Padi - Padi  Inpari
Asal persilangan : IR64/IRBB-7//IR64
Kelompok
:
Nomor Seleksi
: BP23f-PN-11
Golongan
: Cere Indica
Umur tanaman
: 108 hari
Bentuk tanaman
: Tegak
Tinggi tanaman
: 93 cm
Anakan produktif
: 16 anakan
Warna kaki
: Hijau
Warna batang
: Hijau
Warna telinga daun
: Tidak berwarna
Warna lidah daun
: Tidak berwarna
Warna daun
: Hijau
Permukaan daun
: Kasar
Posisi daun
: Tegak
Daun bendera
: Tegak
Bentuk gabah
: Ramping
Warna gabah
: Kuning bersih
Kerontokan
: Sedang
Kerebahan
: Tahan rebah
Tekstur nasi
: Pulen
Kadar amilosa
: 22 %
Bobot 1000 butir
: 27 gram
Rata-rata produksi
: 7,3 t/ha GKG
Potensi hasil
: 10 t/ha GKG
Ketahanan terhadap Hama
: Tahan terhadap Wereng Batang Coklat Biotipe 2, agak tahan terhadap Wereng Coklat Biotipe 3.
Ketahanan terhadap penyakit
: Tahan Hawar Daun Bakteri strain III, IV dan VIII.
Anjuran
: Baik ditanam pada lahan sawah dataran rendah sampai dengan ketinggian ± 500 m dpl.
Pemulia
: Bambang Kustianto, Supartopo,Soewito Tj.,Buang Abdullah,Sularjo,Aris Hairmansis,Heni Safitri dan Suwarno
Peneliti
: Atito D., Anggiani N., Santoso, Arifin K., Endang S
Teknisi
: Sail Hanafi, Sudarno, Suryono, Panca Hadi Siwi.
Di lepas tahun
: 2008
Kita semua berharap informasi ini bisa di acsses oleh semua Penyuluh Pertanian dan disebar luaskan ke petani sehinggap program ketahanan pangan dan peningkatan produksi beras bisa tercapai.


[ Read More.. ]

ProKontra Mako Lombok

Mako adalah salah satu komoditi unggulan di daerah lombok timur terutama wilayah kota raja, sikur, rarang, sakra, keruak dan jerowaru. Hampir 80 % areal diwilayah tersebut selalu ditanami dengan komoditas tersebut setiap tahun pasca panen padi.
Mako Lombok

Secara ekonomis komoditi mako ini memang telah berperan besar mengangkat perekonomian masyarakat terutama di wilayah Sakra, keruak dan Jerowaru. bayangkan saja,, kalo sudah musim mako, tidak ada satupun anggota masyarakat yang menganggur, dalam arti penyerapan tenaga kerja sangat tinggi, bahkan banyak daerah yang justru kekurangan tenaga kerja sehingga harga tenaga kerja bergitu melambung. belum lagi harga sewa lahan sawah yang tiap tahun naik. Bila dibandingkan dengan kondisi masyarakat tani beberapa tahun sebelum mengenal tembako, produktivitas lahan pertanian didaerah sakra, keruak dan jerowaru hanya sekitar 20 juta rupiah pertahun, tetapi dengan komoditi mako ini produktivitas lahan pertanian amsyarakat bisa meningkat menjadi 60 juta pertahun.
Tapi ironisnya walaupun mako telah mampu mengangkat perekonomian masyarakat, dari kalangan pemerintah daerah lombok timur justru sering menganjurkan masyarakat untuk berhenti menanam mako dan pindah ke komoditi yang lain seperti jagung, kedelai dan kacang hijau hanya gara-gara masalah subsidi minyak tanah yang diberikan oleh pemerintah pusat semakin di tekan bahkan ditiadakan.
Kalau kita melakukan kalkulasi potensi produksi dan ekonomi dari mako dibandingkan dengan tanaman yang selama ini dianjurkan oleh pemeerintah daerah, keliatannya tidak masuk akal untuk mengganti tanaman yang potensi ekonominya jauh lebih tinggi digantikan dengan komoditi yang potensi ekonominya lebih rendah. Hal ini masih menjadi tanda tanya besar bagi penulis, kenapa pemerintah daerah terutama Bupati mengambil kebijakan seperti itu
Tulisan ini tidak bermaksud mengkeritik tetapi hanya meminta klarifikasi saja, karena hal ini sering sekali di pertanyakan oleh masyarakat petani.
Mengenani subsidi mitan sebenarnya petani sudah siap untuk melakukan konversi entah itu ke batu bara, kayu, maupun solar dan bensi. Tetapi pemerintah daerah sendiri yang tidak pernah tegas untuk menghentikan subsidi mitan. Hal ini terbutkti bahwa setelah pemerintah tegas terhadap penghentian subsidi mitan, masyarakat petani sudah bisa mengambil sikap atas kebijakan tersebut dan tidak ada masalah di lapangan dengan keadaan tersebut.. Semga tulisan ini bisa memberikan refrensi bagi kebijakan pemerintah terhadap komoditi mako di Lombok Timur
[ Read More.. ]

Chlorothalonil 52%. Sebagai Pengendali Penyakit-Penyakit Tanaman Utama

Data diperbarui untuk [2010] 14/05/2010.

Tanaman Utama
Chlorothalonil 52%. SA .- [52% menurut beratnya setara dengan 72% b /] v. Cloroisoftálico asam derivatif dengan aktivitas fungisida, spektrum yang luas, aplikasi daun, tidak ada translokasi sistemik dengan kapasitas lokal yang terbatas, aktivitas dan tindakan preventif melalui kontak dan membasmi banyak penyakit asal jamur, dalam bentuk bubur untuk disemprotkan di daun. Hal ini efektif dalam kontrol pencegahan antraknos, embun tepung, bercak daun, jamur, kapang abu-abu, blights dan banyak penyakit jamur lainnya. Dapat digunakan dalam pengendalian pencegahan penyakit yang dikutip dalam setiap tanaman berikut dibuat dalam urutan dari untuk tanaman direkomendasikan:
Formula 1 .- Chlorothalonil 52% SC 720 .- SA Conan, Uniphase; VELONIL Velsimex 720.
Pisang: kuning Sigatoka kontrol, Sears dan Black Sigatoka, 1,5-2,5 kg / ha. Dalam aplikasi yang menggunakan air 1920-1930 L / ha diterapkan dalam interval 10-21 hari, tergantung pada beratnya penyakit dan data historis untuk menunjukkan periode tekanan tinggi. Dalam terestrial 200-300 L / ha air Jangan gunakan pada tanaman yang telah diaplikasikan pestisida dalam waktu 7 hari untuk menghindari kerusakan pada daun.
Dalam mempersiapkan campuran menggunakan air yang cukup untuk mendapatkan perlindungan yang memadai. Pra-campuran jumlah yang diperlukan dalam wadah bersih dan kemudian menambahkannya ke tangki semprot tetap menjaga agitator penuh gerakan. Mulai aplikasi ketika kondisi cuaca yang menguntungkan bagi kemunculan dan perkembangan penyakit. Jangan diaplikasikan ke dalam cuaca panas tinggi, atau ketika kecepatan angin tinggi, atau pada area yang telah diaplikasikan pestisida dalam waktu 7 hari sebelumnya untuk menghindari kerusakan pada daun. Jangan dicampur dengan pestisida lainnya atau pupuk, kecuali pengalaman masa lalu Anda telah menunjukkan bahwa campuran di atas adalah kompatibel secara fisik dan menyebabkan tidak ada kerugian untuk tanaman. Tidak kompatibel dengan zat alkali.
Toksikologi: Cat.tox. IV. Sedikit beracun. Iritasi kulit, mata dan selaput lendir. Perlindungan Lingkungan: Jangan mencemari sumber-sumber, sungai, danau atau badan air lainnya. Ikan: Toxic. Reentry Waktu: 12 jam. Shelf hidup: dua tahun setelah produksi mereka.
Formula BALACU Chlorothalonil 2 .- 52% 720 SA .- S, Sifatec.
Seledri. bercak daun seledri, Septoria apii, 1,5-1,75 L / ha;
. Rhizoctonia sp, 1,5-3,5 L / ha. IS: 7 hari.
Kacang
. spot atau bintik daun kacang tanah, Cercospora arachidicola, 1,5-1,75 L / ha;
. Puccinia arachidis, 1,75 L / ha. IS: 14 hari.

Bawang: pengendalian bercak ungu dan bawang bulai bawang, 2,0-3,0 L / ha. IS: 14 hari.
Kol, brussels sprout, kembang kol: kontrol kubis ringspot, bercak daun dan penyakit bulai dari kubis dan tanaman silangan lainnya, 2,0-3,0 L / ha. IS: S / L.
Tomat: pengendalian bercak daun kelabu tomat busuk daun dan busuk awal, 2,5-3,5 L / ha. IS: S / L.
Melon, mentimun, semangka: kontrol antraknos dari cucurbits, labu bercak daun dan penyakit bulai dari cucurbits, musae sp, Erysiphe poligony, 2,0-3,0 L / ha. IS: S / L.

Formula 3 .- 52% Chlorothalonil Armour S 720 .- SA, Teknik Industri Promotora. Jagung tempat kontrol daun, 2,0-3,0 L / ha. Berlaku pada saat kondisi lingkungan yang menguntungkan bagi penyakit tersebut dan berulang setiap 4-7 hari,
Melon, mentimun dan semangka: kontrol antraknos, embun tepung dari cucurbits, daun labu spot, jamur dan berkeropeng, 2,0-3,0 L / ha. Berlaku pada saat tanaman memiliki daun sejati pertama dan berulang setiap tujuh hari, mempersingkat interval di bawah kondisi parah. IS: S / L.
[ Read More.. ]

Manfaat Pupuk Hayati EvaGROW


Evagrow
 1.    Meyuburkan tanah

Pupuk EvaGROW mengandung mikroorganisme yang dapat mendegradasi bahan organik sehingga mampu menyediakan unsur hara yang dapat diserap tanaman dan menghasilkan enzim alami dan vitamin yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah.
2.    Meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah
Pupuk hayati EvaGROW mengandung mikroorganisme lokal (indegenous) unggul. Setiap aplikasi pupuk hayati EvaGROW akan meningkatkan populasi dan aktivitas mikroorganisme ‘baik’ dalam tanah. Mikroorganisme aktif yang terkandung dalam pupuk hayati EvaGROW mampu mensuplai Nitrogen untuk tanaman, melarutkan  senyawa Phosfat (P) dan melepaskan senyawa Kalium (K)  dari ikatan koloid tanah, mengurai residu kimia dan mengikat logam berat, menghasilkan zat pemacu tumbuh alami (Giberellin, Sitokinin, Asam Indol Asestat), menghasilkan asam amino, enzim alami dan vitamin serta menghasilkan zat patogen sebagai pestisida hayati. Mikroorganime yang ditambahkan dalam tanah dapat membantu proses penggemburan tanah dan mengubah zat menjadi bentuk yang dapat diserap oleh tanaman.
Penggunaan pupuk EvaGROW dapat meningkatkan simbiosis mutualisme antara tanaman dan mikroorganisme yang menguntungkan. Semakin sering mengaplikasikan pupuk hayati EvaGROW ke tanah menyebabkan tanah makin subur dan menyebabkan pemupukan menjadi hemat.
3.    Meningkatkan daya serap tanah terhadap air
Penggunaan pupuk hayati EvaGROW secara tepat akan menyebabkan tanah menjadi gembur. Tanah yang gembur akan memiliki pori-pori lebih banyak guna menyalur dan menyimpan air tanah untuk kebutuhan tanaman. Pada saat musim kemarau, tanah mampu menyediakan air. Sementara pada musim hujan, tanah mampu menahan air sehingga resiko erosi dan banjir dapat dikurangi.
4.    Menyediakan hara mineral bagi tanaman
Pupuk hayati EvaGROW diproduksi dalam bentuk powder yang mengandung unsur hara alami berimbang yang dibutuhkan oleh mikroba tanah dan tanaman. Pupuk hayati EvaGROW mengandung mikroorganisme unggul yang memiliki kemampuan untuk mengubah unsur hara yang tidak dapat diserap tanaman menjadi unsur hara yang tersedia untuk tanaman.
5.    Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pertanian
Penggunaan pupuk hayati EvaGROW dengan segala kemampuan dan kelebihan yang dimiliki oleh mikroorganisme yang dikandungnya dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tanaman pertanian sekaligus menghemat biaya produksi.
6.    Meningkatkan daya tahan tanaman
Kandungan hormon tumbuh alami dalam pupuk hayati EvaGROW dapat meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit dan hama. Kehadiran jamur Trichoderma dan Aspergillus dalam EvaGROW mampu mengatasi beberapa jenis serangga hama dan patogen penyebab busuk akar.
7.    Menghasilkan produk sehat dan ramah lingkungan
Pupuk EvaGROW diproduksi menggunakan bahan baku alami yang diproses secara modern sehingga tidak meninggalkan residu kimia pada tanaman dan aman untuk dikonsumsi. Produk yang dihasilkan dari lahan yang diaplikasikan dengan pupuk hayati EvaGROW lebih sehat, enak dan segar karena bebas residu kimia dan tidak berbahaya buat dikonsumsi. Produk sayuran yang diproduksi menggunakan pupuk hayati EvaGROW biasanya lebih tahan lama jika disimpan pada suhu ruang maupun di dalam suhu dingin. Aplikasi pupuk hayati EvaGROW secara kontinu tidak menimbulkan pencemaran lingkungan dan aman buat petani yang mengaplikasikannya.
8.    Menghemat Biaya
Penggunaan pupuk  dan pestisida kimia pada lahan pertanian bukan saja menyebabkan kerusakan pada tanah, tapi dapat menambah beban produksi, karena mahalnya pupuk dan pestisida kimia. Penggunaan pupuk hayati EvaGROW dan memadukannya dengan pupuk dasar kompos/ pupuk organik membuat biaya yang dikeluarkan petani lebih kecil.
Penggunaan pupuk hayati EvaGROW dapat mengurangi bahkan menghilangkan penggunaan pupuk kimia (Urea, NPK, TSP dan lain-lain). Pada aplikasi pertanian organik, pupuk kimia tidak digunakan sama sekali, sehingga dapat menghemat biaya. Di samping itu penggunaan pestisida kimia harus ditiadakan, sehingga beban petani untuk pengadaan pupuk dan pestisida kimia dapat dikurangi hingga 100%.
[ Read More.. ]

Pemberdayaan Kelembagaan dan Petani

Pondok pesantren pertanian Darul Fallah yang sudah menjalankan program lembaga mandiri yang mengakar di masyarakat (LM3) yang beralamat di jalan Raya Bogor-Ciampea KM. 12, kemarin minggu 1 Agustus 2010 menyelenggarakan haul ke 50 yang dihadiri Menteri Pertanian Ir. H. Suswono, MMA. Suswono pada saat wawancara dengan wartawan mengatakan “Lembaga-lembaga keagamaan seperti pesantren Darul Fallah ini kita kembangkan untuk mengelola pertaniannya dengan program LM 3. Itu kita lakukan, karena mereka adalah lembaga-lembaga yang sudah eksis dimasyarakat, sehingga ketika mereka memberdayakan masyarakat akan di terima dengan sendirinya. Maka dari itu program LM3 ini akan kita teruskan, karena dari lembaga-lembaga keagamaan yang sudah menjalankan program LM 3 itu terbukti berhasil, mereka bisa membiayai operasional lembaganya dan menularkan ilmu pertaniannya kepada masyarakat sekitar. Sehingga masyarakat dalam mengelola pertanian bisa melakukan dengan baik dan benar untuk mendapatkan hasil yang maksimal, guna meningkatkan kesejahteraannya.” 

Suswono juga menerangkan bahwa kendala yang dihadapi oleh para petani adalah masalah permodalan, untuk itu kementrian pertanian membantu para petani dengan program pengembangan usaha agribisnis di perdesaan (PUAP) guna membantu permodalan petani, disetiap desa dibentuk gabungan kelompok tani (Gapoktan), dari setiap gapoktan itu diberikan dana masing-masing 100 juta rupiah untuk digulirkan kesetiap anggota berdasarkan rencana usaha kerja para anggota. Modal inilah yang akan di gunakan oleh petani untuk modal usaha taninya. Program PUAP itu kita lakukan setiap tahun 1 trilyun dan sekarang sudah ada 3 trilyun. Tahun ini berarti akan ada 3 trilyun yang akan mengalir di masyarakat. Totalnya ada 31000 Gapoktan, berarti di Indonesia sudah separuh desa yang sudah dapat.

Bagi gapoktan uang itu dijadikan sebagai uang pinjaman yang bunganya sangat rendah dari 1-2 % tergantung dari kebijakan gapoktan itu sendiri. Nantinya gapoktan itu akan menjadi lembaga keuangan mikro agribisnis (LKMA). Program ini digulirkan untuk membangun menset (pola pikir) petani, dari petani tradisional menjadi petani modern. Sehingga menjadikan petani sebagai pengusaha. Kalau itu sudah berjalan disetiap desa, baru petani betul-betul bisa merasakan sejahteranya jadi petani.
[ Read More.. ]

Hati-hati serangan hama wereng coklat!

Akhir-akhir ini di Jalur Pantura Jawa Barat dan Jawa Tengah telah terjadi serangan hama wereng coklat yang cukup mengkhawatirkan bahkan sudah dianggap kejadian luar biasa (KLB). Intensitas serangan hama tinggi terdapat di Kabupaten Subang, Karawang, dan Purwakarta (Jawa Barat) dan di Kabupaten Pati, Kudus, Demak dan Jepara (Jawa Tengah).

Sejak Agustus 2009 lalu, serangan wereng coklat ini mulai terjadi di Kecamatan Ciasem, Kec. Pamanukan, Jawa Barat. Serang ini terus mengalami perluasan ke Kecamatan Patokbeusi, Pabuaran, Ciasem, dan Blanakan, Jawa Barat dengan total luasan mencapai 2964 dengan intensitas serangan berat.
Hama wereng coklat Nilaparvata lugens (Stal) menjadi salah satu hama utama tanaman padi di Indonesia sejak pertengahan tahun 1970-an. Awal mula munculnya hama wereng coklat adalah sebagai konsekuensi dari penerapan sistem intensifikasi padi (varietas unggul, pemupukan N dosis tinggi, penanaman IP>200, penggunaan insektisida yang tidak tepat jenis, dosis, dan waktu aplikasi).
Terjadinya ledakan hama wereng coklat di daerah Pantura Jawa Barat pada musim tanam 2010 ini dikarenakan waktu tanam tidak serempak, varietas rentan, dan petani banyak menggunakan insektisida tidak direkomendasikan. Hal ini menyebabkan resurgensi hama wereng coklat.
Dalam keadaan panik, petani mencampur insektisida dengan berbagai bahan lain seperti solar, oli dan baygon. Pengetahuan petani mengenai teknik pengendalian hama wereng coklat masih kurang.
Hal ini ditunjukkan masih ditemukan petani mencampur 2-3 macam insektisida, waktu penyemprotan yang tidak tepat, dan penyemprotan dilakukan di atas kanopi tanaman padi dan dilakukan pada pagi hari yang embunnya masih tinggi sehingga menyebabkan efikasi insektisida rendah.
Dampak kerugian yang ditimbulkan oleh adanya ledakan wereng coklat ini sangat luas. Di areal BB Padi sekitar 350 ha pertanaman padi berumur sekitar 15-30 hari setelah tanam harus dieradikasi dan ditanam ulang. Akibat dari eradikasi ini kerugian yang diderita petani penggarap dan kebun percobaan mencapai 1,5 milyar rupiah untuk penggarapan lahan dan sarana produksi. Kerugian yang lebih besar lagi adalah hilangnya materi-materi penelitian seperti plasma nutfah dan lain-lain yang tidak ternilai dengan uang ( sumber : Sinar Tani Online )
[ Read More.. ]